13 Perbedaan Video Game Jadul Dengan Video Game Zaman Now
Tehnologi memang bertumbuh dengan cepat sekali tidak kecuali video game. Dari diagram piksel dengan gameplay yang simpel di jaman dahulu, sampai diagram photorealistic serta gameplay yang lebih kompleks jadi salah satunya tanda-tanda akan perubahannya.

13 Perbedaan Video Game Jadul Dengan Video Game Zaman Now

Posted on

Tehnologi memang bertumbuh dengan cepat sekali tidak kecuali video game. Dari diagram piksel dengan gameplay yang simpel di jaman dahulu, sampai diagram photorealistic serta gameplay yang lebih kompleks jadi salah satunya tanda-tanda akan perubahannya.

Tetapi, tahu tidak sich selain visual, banyak hal-hal lain sebagai beberapa tanda-tanda akan bedanya dari jaman dahulu sampai saat ini? Apa perkembangannya? Berikut 13 ketidaksamaan video game kuno dengan saat ini.

13. Save Data

Point penting pertama ialah save data. Jaman dahulu, game tidak miliki save data benar-benar sebab gamenya tidak sekompleks jaman saat ini. Membuat kamu perlu memainkannya sampai tamat. Bersamaan perkembangan jaman, di tahun 1980-an, game PC telah mempunyai tehnologi save data memakai floppy disk/disket yang selanjutnya bertumbuh sampai pada akhirnya memakai hard disk untuk media penyimpanannya. Console pertama yang sukses penerapankan save data ialah Super Nintendo yang menyimpannya di RAM yang ada pada consolenya.

Dia selanjutnya ditingkatkan oleh PlayStation 1 dengan Memori Cardnya yang selanjutnya menjadi hard disk di generasi ke-3 consolenya sampai sekarang ini.

Mode save data ikut bertumbuh. Bila awalannya kamu perlu save poin, sekarang sistem autosave serta save anywhere dapat jadi pilihanmu supaya tidak mengulang-ulang kembali lagi peristiwa penting atau boss sulit yang sudah kamu lalui.

12. Latar belakang

Latar belakang video game kuno umumnya dibikin dengan lumayan sederhana, dari diagram 8-bit sekelas Super Mario sampai pre-rendered latar belakang seperti latar belakang di Final Fantasy VII sampai IX. Walau latar belakang 3D telah berada di masa Wolfenstein pertama tahun 1992, tetapi dia makin terkenal serta umum dipakai sampai sekarang ini semenjak PlayStation 2 dikeluarkan.

11. Diagram

Tidak dapat disangkal lagi, diagram game kuno serta jaman now miliki beberapa ketidaksamaan bersamaan perkembangan tehnologi. Bila dahulu beberapa orang yang benar-benar menyukai Pong dengan gameplay simpel serta diagramnya yang masih tetap 8-bit, sekarang kamu dapat nikmati visual yang hampir seperti film betulan. Ditambah dengan hadirnya tehnologi photorealistic yang dapat buat batu 3D terlihat seperti batu betulan yang dipotret.

10. Jumlah Polygon (Masa 3D)

Perkembangan diagram buat banyak perkembangan disana-sini. Diantaranya ialah jumlah Polygon yang ada pada masa diagram 3D. Bila kamu banding dari masa PS1, karena itu kamu akan ketahui jika sekarang ini jumlah polygon di mode 3D lebih banyak. Makin bertambahnya polygon, karena itu makin mulus juga mode 3D karakter, bangunan, atau beberapa benda kecil seperti bola. Serta game sekelas Batman Arkham Knight miliki beberapa ratus ribu polygon cuma untuk satu karakter saja. Jumlahnya polygon tandai perkembangan bentuk dada Lara Croft yang dahulunya lancip jadi lebih sesuai kenyataan.

9. Musik/Audio

Musik serta audio adalah salah satunya komponen penting supaya atmosfir dunia game tersampaikan dengan benar-benar baik. Bila dahulu musik atau audio miliki irama yang catchy tetapi gampang dikenang, saat ini musik serta audio jadi lebih kompleks serta bagus. Sayang, perlu cukup beberapa waktu untuk dapat mengingatnya.

8. Multiplayer

Komponen lain yang penting diingat dalam perubahan video game ialah multiplayer. Jaman dahulu, umumnya multiplayer didominasi split-screen, sebab internet bukan jadi keperluan yang perlu seperti saat ini. Beberapa game seperti Tennis for Two (1958), Pong (1972), serta Astro Race (1973) adalah sedikit dari jumlahnya game yang mempunyai feature multiplayer.

Feature yang awalannya cuma dua player split-screen saja itu selanjutnya bertumbuh jadi 4-player splitscreen. Puncaknya waktu masa internet masuk serta mengganti semua jadi online. Buatmu dapat bermain di dalam rumah saja sama orang asing di luar negara tak perlu menjumpainya di dunia riil seperti jaman dahulu.

7. Ukuran File

Jumlahnya feature yang tercatat di atas buat ukuran satu video game beralih bersamaan perkembangan jaman. Sebenarnya makin banyak content yang diberi seperti diagram bagus, musik bagus, sampai feature multiplayer gahar, karena itu lumrah jika ukurannya jadi makin besar.

Bila jaman dahulu 1GB ialah ukuran yang besar sekali untuk game bermutu, karena itu saat ini 30-200GB adalah ukuran yang cukup lumrah.

6. Cheat Kode vs Mod, Trainer serta Microtransaction

Siapa dari kamu yang masih tetap ingat cheat kode yang dimasukkan ke main menu untuk memperoleh keuntungan spesifik atau sandi yang dapat buka semua karakter game? Bila ya, karena itu seharusnya kamu punyai anak. Cheat adalah code nakal yang dapat kamu masukan dalam game untuk bersenang-senang atau menangani frustasimu waktu tidak dapat menamatkan satu game. Sekarang, selebihnya cheat kode sudah diganti dengan mod serta trainer di PC sampai microtransaction. Buat arti “pay to win” jadi hal yang benar-benar lumrah di industri video game sekarang ini.

5. Pembajakan

Tidak hanya tehnis, pembajakan juga beralih bila dibanding jaman saat ini. Jaman dahulu bajak video game sangat gampang. Cukup dengan copy paste file sampai masukan crack ke file aslinya, karena itu video game telah dapat jadi milikmu tak perlu membeli. Saat ini, perlindungan akan hak pemilikan karya makin diperketat, sekarang crack game bermutu di PC hampir tidak dapat didapat dengan gampang sesudah gamenya dikeluarkan. Lain perihal dengan PC, console semakin perkuat perlindungannya dengan Operating Sistem yang dipunyainya. Serta Nintendo miliki beberapa puluh layer perlindungan cuma supaya Switch-nya masih aman dari tangan-tangan nakal.

4. Ongkos Produksi

Perubahan tehnologi dapat membuat video game terlihat lebih baik dari beberapa faktor. Tetapi dia miliki banyak ketidaksamaan dari sisi ongkos produksi. Bila jaman dahulu video game cukup sederhana serta tidak demikian memerlukan ongkos produksi yang banyak, karena itu lain perihal dengan jaman saat ini. Kompleksnya content bermutu dalam video game buat ongkos produksi baik peningkatan engine, pemasaran, sampai upah karyawan makin mahal. Ini membuat banyak developer dengan cara harus meluncurkan “game belum jadi” serta menutupinya dengan content penambahan.

Ongkos produksi yang mahal jadi salah satunya alasan mengapa banyak developer serta penerbit/publisher memakai software anti-bajakan sekelas Denuvo. Pokoknya mereka tidak ingin rugi.

3. Dibikin dengan Hati vs Dibikin sebab Uang

Pernah denger arti kalau banyak karya jaman dahulu banyak yang tidak lekang oleh waktu? Game jaman dulu juga semacam itu. Banyak game yang dapat buat kita senang tak perlu memikirkan apa-apanya. Walau memang tidak semua, tetapi “umumnya” beberapa game itu miliki suatu hal yang dibikin dengan hati dibanding sebab uang seperti jaman saat ini (*ehm* EA).

Bila kamu terlepas feature upgrade serta apa saja tehnologi terbaru dari game jaman saat ini seperti Halo atau Battlefield sekalinya, karena itu kamu tidak akan pernah dapat mendapatkan satu hal yang ada di Mario, Luigi, atau Bowser.

Sesaat, game jaman saat ini lebih banyak peroleh milking uang tanpa ada memerhatikan banyak faktor yang benar-benar di cintai gamernya. Dari cerita, karakter, serta atau dari bagian “fun” sebagai daya tarik gamer umumnya. Mujur, kelihatannya beberapa game privat PlayStation 4 serta Nintendo masih mengaplikasikan hal itu walau tidak semua.

2. Naratif vs Atmosfir

Selain penampilan visual yang lebih menarik, game jaman saat ini lebih memprioritaskan atmosfir dibandingkan jaman dahulu yang memaksakan kita berimajinasi mengenai apakah yang dilaksanakan titik gajelas yang berada di dunianya. Di satu bagian tehnologi hebat dapat meningkatkan atmosfir dunianya entahlah jadi horor seperti F.E.A.R. atau demonstrasi P.T. punya Kojima, tetapi di lain sisi tidak semua game dapat konsentrasi serta utamakan cerita atau feature orisinalnya.

Resident Evil contohnya, yang dahulunya lebih konsentrasi pada kengerian survival horro yang selanjutnya menjadi action dibandingkan horrornya. Mujur, mereka sukses kembali pada jalan yang betul lewat Resident Evil 7.

1. Jenis Terkenal

Jenis battle royale jadi diva sekarang ini.
Seperti musik, game miliki waktu jenis apa saja yang sangat terkenal di jamannya. Dahulu, jenis RTS atau Real Time Strategy, Adventure, Puzzle, Platformer, Racing, serta RPG benar-benar disukai oleh beberapa orang. Tetapi saat ini battle royale serta jenis action lain lebih terkenal. Adanya beberapa developer yang mulai bangunkan kembali lagi jenis RTS, kelihatannya sekian tahun ke depan jenis “langsung action” akan kembali lagi meredup.

Itu ke-13 ketidaksamaan game jaman dahulu serta jaman saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *